Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Hijabers UNS Ini Kembangkan Material Baterai Litium di Tengah Derasnya Impor

Rani Hardjanti , Jurnalis-Senin, 29 Juli 2019 |13:35 WIB
3 Hijabers UNS Ini Kembangkan Material Baterai Litium di Tengah Derasnya Impor
Foto: 3 Mahasiswa UNS Kembangkan Baterai Litium
A
A
A

Baterai Li-Ion yang dibuat dari pokok material tersebut, diharapkan dapat mengikuti tren teknologi yang sudah banyak dikembangkan oleh berbagai negara di dunia, seperti Tiongkok, Korea, Jepang, dan Amerika Serikat. Selain itu, di benua Eropa juga turut mengikuti tren teknologi yang satu ini.

“Selain itu, Indonesia juga kaya akan bahan tambang Nikel. Sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut menjadi bahan yang bernilai ekonomi tinggi yang salah satunya menjadi material katoda LiNMC,” ulas Refarmita.

Berdasarkan kekayaan alamnya, hingga saat ini Indonesia dikenal sebagai negara ekspor nikel. Menurut data dari INSG pada tahun 2013, menunjukkan bahwa produksi nikel dunia paling banyak diserap oleh Tiongkok (51%) dan Eropa (19.5%). Oleh karena itu, dengan adanya pemanfaatan logam nikel sebagai katoda ini dapat mengupayakan peningkatan perekonomian domestik.

“Kami berharap dapat membantu pemerintah dalam pengembangan teknologi pengolahan bahan tambang melalui teknologi yang sedang kami kembangkan ini,” imbuh Luthfi.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement