Dia menuturkan, kegiatan ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa para siswa pendidikan khusus bisa juga melakukan inovasi seperti apa yang dilakukan oleh para siswa umum lainnya.
"Kami mengajak terutama seluruh jajaran Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusi, agar menjadi bagian ini, agar bisa masuk dunia usaha karena anak luar biasa tidak kalah dengan yang normal. Maka itu ini momen yang terbaik karena anak-anak luar biasa akan tampil di dunia luar dan produk-produknya tidak kalah dengan produknya lainnya," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Kelembagaan dan Sumber Belajar bidang SD PKLK DKI, Suryani menyatakan bahwa ada 15 gugus yang ikut berpartisipasi acara ini. Di mana 14 gugus SLB dan satu gugus sekolah inklusi.
"Dan setiap gugus ini ada 10 siswa. Jadi ada 150 siswa yang menunjukkan kreativitas di rumah robot ini," pungkas dia.
(Rani Hardjanti)