Thoriq mengatakan, tujuan dari penelitian ini ialah guna mengetahui morfologi dan ikatan yang terbentuk akibat penambahan lignin sebagai coupling agent terhadap Polymer Modified Ritnen (PMB). “Kemudian juga untuk mendapatkan rekomendasi proporsi campuran untuk lapisan AC-BC yang berdampak pada pemanfaatan limbah sampah plastik dan penurunan biaya pelaksanaan struktur permukaan jalan,” ujarnya.
Dari penelitian ini, menurut Thoriq, didapatkan hasil yaitu terjadi peningkatan stabilitas lapis AC-BC hingga 75,9 persen dibandingkan dengan hanya menggunakan aspal murni. Serta mampu menghemat anggaran biaya pelaksanaan jalan hingga Rp40.480.625,09 dan memanfaatkan 3,96 limbah ton sampah plastik LDPE per km.
Harapan Thoriq terhadap penelitian ini, hasilnya bisa dipaparkan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Soalnya tahun 2018 lalu, kementerian berencana melakukan uji coba lagi jalan aspal plastik sepanjang 27 kilometer.
“Kami harapkan mampu memaparkan hasil penelitian kami kepada pengelola infrustruktur di pihak pemerintah, sehingga menjadi rujukan ataupun masukan terhadap penelitian yang kami lakukan,” pungkasnya.
(Rani Hardjanti)