Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti, Kepala BEKRAF, dan Bupati Banyuwangi 'kongkow' bersama di depan 'warung' dengan salah satu CEO Warung Pintar, Harya Putra dalam perbincangan hangat. Menristekdikti menyampaikan apresiasinya pada startup Warung Pintar karena mengaplikasikan penggunaan teknologi untuk membangun ekonomi mikro.
"Ini memudahkan sistem jaringan pasar karena semua sudah menggunakan aplikasi untuk penjualan dan pemesanan barang. Selain itu Warung Pintar juga membuka lapangan kerja baru," ujar Nasir diikuti tepuk tangan dari para hadirin.

Menteri Nasir menyayangkan bahwa saat ini masih ada sekitar 63 ribu sarjana yang menganggur. Di era Revolusi Industri 4.0 Perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk lebih inovatif dan mengajarkan serta menanamkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswanya. Banyak potensi ekonomi kreatif yang bisa di kembangkan lulusan perguruan tinggi. Perguruan tinggi juga diharapkan membuka program studi kekinian yang sesuai dengan perkembangan zaman.
"Itu yang sedang kita dorong untuk berubah. Sekitar 70% prodi di negara maju berbasis science and technology, itu yang diserap oleh industri. Di Indonesia perlu inovasi untuk membuka program studi yang sesuai kebutuhan pasar," terang Menristekdikti.