Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

200.000 Ruang Kelas Rusak, Sri Mulyani Pertanyakan Larinya Dana Pendidikan

Ulfa Arieza , Jurnalis-Rabu, 02 Mei 2018 |20:52 WIB
200.000 Ruang Kelas Rusak, Sri Mulyani Pertanyakan Larinya Dana Pendidikan
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Ulfa/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mempertanyakan kualitas penggunaan dana pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab, ditemukan data sebanyak 200.000 kelas yang tersebar di Indonesia rusak dalam tataran sedang hingga parah.

"Jadi kita perlu tahu di mana mereka dialokasikan dan bagaimana perbaikan sehingga ini bagian dari masyarakat untuk ikut memonitor," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (2/5/2018). 

Baca Juga: Sekolah Kekurangan Fasilitas, Mendikbud: Jangan Mengandalkan dari Pusat

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, sesuai dengan Undang-undang, dana pendidikan sudah dianggarkan sebesar 20% dari APBN. Dalam APBN 2018, dana pendidikan dianggarkan sebesar Rp440 triliun, sebab Presiden Joko Widodo tengah fokus untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik melalui pendidikan dan kesehatan. 

Kemendikbud Dirikan Tenda Darurat untuk UN Siswa Korban Gempa Banjarnegara

Dana tersebut selanjutnya disalurkan juga kepada setiap daerah, di mana Pemerintah Daerah (Pemda) juga harus mengalokasikan 20% untuk kepentingan pendidikan. Dengan hadirnya data yang kontradiktif dengan upaya pemerintah itu, maka Sri Mulyani menyebut akan kembali mengkaji alokasi penggunaan dana pendidikan.

Baca Juga: Kunjungi Banti Tembagapura, Mendikbud Janji Bangun Sekolah Baru

"Tentunya kita perlu untuk melakukan review dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Ristek Dikti dan dengan pemerintah daerah, karena fungsi pendidikan yang tadi disebutkan SD, SMP itu adalah di daerah sudah didelegasikan kepada pemerintah daerah, untuk SMA sekarang di provinsi," kata dia. 

Sri Mulyani juga mengimbau agar Kementerian terkait dan Pemda mulai menyusun peta penggunaan dana pendidikan. Sebab, kondisi ini tidak jauh berbeda dengan 10 tahun sebelumnya di mana juga masih ditemukan fasilitas pendidikan rusak. 

Melihat Aktivitas Siswa di Sekolah Peraih Penghargaan Kementerian Lingkungan Hidup

"Kita berharap dengan Kementerian dan pemerintah daerah terkait bisa dibuatkan semacam atau peta atau monitoring berapa sebenarnya anggaran keluar untuk perbaiki ruang kelas yang mana," tutup dia.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement