Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Promosi Doktor Penciptaan Seni, Mahasiswa S-3 ISI Yogya Teliti Pengaruh Stereotip Tubuh Perempuan di Media

Susi Fatimah , Jurnalis-Selasa, 24 Oktober 2017 |13:52 WIB
Promosi Doktor Penciptaan Seni, Mahasiswa S-3 ISI Yogya Teliti Pengaruh Stereotip Tubuh Perempuan di Media
Foto: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Beragamnya media mulai dari cetak, audio, audio visual dan online yang dari waktu ke waktu berjumlah semakin banyak, membuat produksi berita maupun hiburan yang dilakukan telah membentuk stereotip tubuh perempuan yang dianggap ideal menurut media.

Selain itu, jumlah stasiun televisi yang semakin banyak dan jam tayang yang nyaris 24 jam, membuat televisi menjadi media yang berpeluang besar “mendidik” masyarakat, di antaranya mempengaruhi stereotip tubuh perempuan yang dianggap ideal untuk tampil di panggung seni pertunjukan.

Hal ini lah yang melatarbelakangi Yustina Devi Ardhiani, mahasiswa Program Doktor Penciptaan dan Pengkajian Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tertarik meneliti untuk disertasinya yang berjudul “Satire Tubuh Perempuan Kelompok Seni Sahita di Panggung Seni Pertunjukan.” Ujian Terbuka disertasi ini dilakukan di Concert Hall, Program Pascasarjana ISI Yogyakarta, Selasa (24/10/2017).

Sahita yang menjadi subjek utama penelitian ini merupakan kelompok seni pertunjukan dari Surakarta, Jawa Tengah. Sahita terbentuk pada 2001 dan beranggotakan empat perempuan yang pada 2017 ini berusia antara 45-56 tahun.

Yustina menjelaskan, persoalan utama dalam penelitian ini yaitu Mengapa Sahita mencoba membebaskan diri dari stereotip tubuh perempuan dengan gaya satire di panggung seni pertunjukan?.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement