SOLO - Rektor Institut Seni Indonesia Solo, Jawa Tengah, Prof Dr Sri Rochana Widyastutiningrum membuka peringatan Hari Tari Dunia yang disemarakkan "Solo Menari 24 Jam". Tahun ini lebih dari 3.000 penari terlibat dalam perhelatan tersebut.
Usai membuka peringatan Hari Tari Dunia di halaman Rektorat ISI Solo, Rochana mengatakan, kegiatan tersebut mengandung banyak makna dan tujuan untuk bangsa dan negara. Salah satunya adalah berkumpulnya para maestro tari di Tanah Air dan untuk lebih memasyarakatkan tari ke generasi muda.
"Kegiatan tari ini akan dapat membentuk watak bangsa yang lebih baik," kata Rochana, Rabu (29/4/2015).
Peserta kegiatan peringatan Hari Tari Dunia setiap tahun terus meningkat. Tahun lalu hanya 3.000 penari, tetapi sekarang jumlahnya lebih dari itu. Bahkan, panitia sampai menolak peserta karena tidak bisa menampung mereka semua.