Guru dan Sarana Dari segi guru, lanjut dia, pemerintah saat ini masih menghadapi jumlah guru yang terbatas di daerah. Padahal, pemerintah inginnya pendidikan kita 70 persen adalah sekolah vokasi dan 30 persen untuk umum (teori).
Artinya, kata Fikri, perlu ada rekayasa di sekolah, berapa persen guru yang mengajar teknik mesin dan sebagainya. Faktanya masih kekurangan guru, bahkan di beberapa daerah para Babinsa yang berasal dari unsur TNI, khususnya di daerah perbatasan, juga ikut disertakan dalam mengajar.
"Ini fakta di NKRI kita," kata wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX ini.
Dari segi sarana dan prasarana, pemberlakuan 8 jam atau lima hari sekolah, juga harus didukung oleh infrastruktur sekolah yang baik. Faktanya, saat ini terdapat sekitar 1,8 juta ruang kelas di seluruh Indonesia. Dari angka tersebut hanya sekitar 450-500 ribu ruang kelas dalam kondisi baik.
"Bagaimana jika anak-anak yang sekolah siang harus dipadatkan menjadi pagi semua. Bagaimana dengan fasilitas laboratorium, komputer, dan sarana prasarana lainnya. Ini tentu harus dipikirkan baik-baik," jelas Abdul Fikri.