JAKARTA - Program pertukaran pelajar atau program exchange kerap dijadikan ajang mengembangkan kemampuan nonakademik bagi mahasiswa. Salah satunya dirasakan oleh mahasiswa S-2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Nurhasmadiar Nandini.
Ia mengisahkan pengalamanya selama mengikuti program research exchage di Universitas Brunei Darussalam.
Diar -sapaan akrabnya-, mengaku selama proses pertukaran pelajar itu mendapatkan wawasan tentang pelayanan kesehatan di negara tetangga. Selain itu, ia juga mendapatkan pegalaman berkolaborasi dengan peneliti di negeri minyak tersebut untuk menghasilkan publikasi riset di jurnal internasional yang telah memiliki reputasi.
Menurut Diar, program exchange-nya yang terkait keperluan penelitian tersebut bukan hanya menambah kaya wawasan semata, tetapi juga jaringan.
“Keikutsertaan dalam program pertukaran itu tidak hanya berhenti saat penelitian selesai, tetapi juga bisa dikembangkan untuk keperluan membangun networking (jejaring),” ungkap Diar seperti dilansir dari laman Unair, Selasa (23/5/2017).