Hary Tanoe Ajak Mahasiswa STAKN Bangun Daerah Jadi Pilar Ekonomi Indonesia

MNC Media, · Kamis 15 September 2016 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 15 65 1489772 hary-tanoe-ajak-mahasiswa-stakn-bangun-daerah-jadi-pilar-ekonomi-indonesia-urxmKT7JeH.jpg Foto: Dok. MNC Media

KUPANG - Indonesia harus mengubah strategi pembangunan, difokuskan ke daerah-daerah untuk mempercepat kemajuan. Hal itu diungkapkan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang, Nusa Tenggara Timur, belum lama ini.

“Bangun daerah sebagai pilar ekonomi, Indonesia akan lebih cepat menjadi negara maju,” ujarnya.

Selama ini, kata Hary Tanoe, hanya kota-kota besar yang terbangun padahal Indonesia memiliki 514 kabupaten/kota. Penyebabnya, Indonesia terlalu dini menerapkan kapitalisme, di saat masyarakat belum siap secara kesejahteraan dan pendidikan.

Pria asal Jawa Timur itu mengatakan, butuh keberpihakan dalam membangun masyarakat di daerah. Mereka perlu didorong agar produktif sehingga kesejahteraannya meningkat, dan akhirnya bisa berkontribusi membangun daerahnya masing-masing. “Tugas setiap anak bangsa membangun daerahnya,” tegas Hary Tanoe.

Dia mengatakan, membangun karier sebagai pengusaha produktif menjadi salah satu langkah yang bisa ditempuh generasi muda untuk membangun daerahnya. Selain menciptakan lapangan kerja, pengusaha produktif akan berkontribusi pajak bagi negara. Seperti diketahui, dua pertiga dana pembangunan bersumber dari pajak.

“Jadilah pengusaha yang produktif, karena ikut menciptakan lapangan pekerjaan. Kalau ikut menciptakan lapangan kerja di NTT, maka akan memberikan kontribusi pajak di NTT. Di situlah NTT akan terbangun dengan cepat, dan Indonesia akan tumbuh dengan cepat karena pilar-pilar ekonominya banyak,” terangnya.

Alumnus Ottawa University, Kanada itu menambahkan, jumlah pengusaha yang mencukupi menjadi salah satu syarat kemajuan suatu negara. Setidaknya, harus ada dua persen pengusaha produktif dari total jumlah penduduk. Saat ini, Indonesia baru memiliki satu juta pengusaha produktif dari seharusnya lima juta orang.

“Penopang ekonomi kita sedikit, jumlah pengusaha di Indonesia sedikit. Di Indonesia banyak pengangguran, makanya generasi mudanya sulit mencari pekerjaan. Apalagi kondisi ekonomi sekarang ini, bukan hanya sulit, tetapi yang sudah bekerja pun banyak yang di-PHK,” katanya.

Sementara itu, Ketua STAKN Kupang, Harun Y. Natonis mengungkapkan, kedatangan Hary Tanoe sangat menginspirasi mahasiswa untuk ikut membangun ekonomi negara. Dia berharap, mahasiswanya bisa sesukses Hary Tanoe. “Pak Hary menginspirasi kami untuk menjadi pelaku ekonomi, untuk menggenjot ekonomi negara,” tambahnya. (afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini