Inovasi Pelajar Indonesia Sabet Emas di China

Iradhatie Wurinanda, · Rabu 20 Juli 2016 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 20 65 1442455 inovasi-pelajar-indonesia-sabet-emas-di-china-HVPGnR81yZ.jpg Tim pelajar Indonesia meraih emas dalam International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2016 di Harbin, China. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh anak bangsa. Kali ini, berkat pemikiran kreatifnya, sejumlah pelajar tersebut berhasil menyabet beberapa penghargaan di ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) yang digelar di Harbin, China. Bahkan, salah satu di antaranya meraih emas di kompetisi internasional itu.

Emas untuk Indonesia diraih oleh pelajar asal Tarakan bernama Aan Aria Nanda dan Feriawan Tan. Mereka merancang sebuah alat bernama D-box CC (Detector Box for CO and CO2) yang berfungsi mendeteksi kadar kandungan gas karbon dioksida dan karbon monoksida. Seperti diketahui, kedua gas tersebut cukup berbahaya bagi manusia.

"Kami tidak menyangka bakal menang. Karena saat pengumuman nama kami tak kunjung disebut. Sehingga begitu dipanggil kaget," ujarnya ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (20/7/2016).

Prestasi tim Indonesia juga diraih dari Ryan Timothy Abisha yang mendapat medali perak. Siswa kelas XI Sampoerna Academy Jakarta ini menciptakan inovasi Smart Trash Bin. Tempat sampah ini tentu berbeda dari pembuangan biasa lantaran mampu memisahkan jenis sampah sendiri.

"Bentuknya sama seperti tempat sampah biasa, dibagi menjadi tiga. Yang membedakan ada sensor sehingga bisa mendeteksi berdasarkan jenis sampah. Tutup tempat sampah yang sesuai nanti akan terbuka sendiri," jelasnya.

Inovasi Ryan tersebut juga memperoleh Special Award from Japan dan Special Award from Macau. Selain itu, Special Award from Singapore dan Special Award from Thailand berhasil diraih oleh invensi Flood Mitigation System karya siswa SMK 2 Cimahi, Asep Muhamady Anwar Salim bersama Muchammad Alfarisi.

Dalam ajang IEYI tersebut setidaknya para pelajar harus bersaing dengan delapan negara lain, meliputi China, Hongkong, Jepang, Macau, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand. Masing-masing perwakilan negara tersebut juga membawa karya terbaiknya.

"Dalam lomba ini yang menang justru inovasi sederhana, tetapi banyak manfaatnya. Negara yang banyak mengirim perwakilan adalah Taiwan," imbuh Ryan.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini