Share

Peneliti Tak Boleh Takut Gagal

Iradhatie Wurinanda, · Selasa 14 Juni 2016 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 14 65 1415040 peneliti-tak-boleh-takut-gagal-01Onvr5mLs.jpg Foto: Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA - Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2016 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjadi salah satu ajang untuk menumbuhkan minat meneliti di usia remaja, yakni pada usia 12-19 tahun. Tahun ini, dari 3.203 proposal yang masuk, terpilih 56 proposal yang akan mendapat binaan dari mentor LIPI.

Pada acara on site mentoring, para peserta terpilih mendapatkan arahan langsung dari Direktur Pendidikan dan Kemasyarakatan British Council Indonesia, Teresa Birks. Dia berpesan, sebagai peneliti mereka tak boleh takut gagal dalam mencoba suatu hal baru.

"Kalian jangan pernah merasa terlalu muda untuk cukup berilmu dan berinovasi. Seorang peneliti atau ilmuwan itu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi," tuturnya di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Keingintahuan, ucap Teresa, merupakan ciri khas anak muda. Menurut dia, semakin tua, orang akan malas untuk mencari tahu. Oleh sebab itu, jiwa meneliti harus dibiasakan sejak muda.

"Kalian harus bisa memberikan perspektif baru. Jangan menyepelekan kemampuan kalian sendiri," ujarnya.

Pesan kedua yang diucapkan Teresa adalah LKIR jangan dijadikan sebagai ajang untuk mencari kemenangan saja. Meski LKIR merupakan kompetisi penting, kalah atau menang adalah hal yang biasa.

"Yang terpenting adalah prosesnya. Nikmatilah tantangan yang kalian hadapi. Kolaborasi dan kerjasama tim sangat penting pada kompetisi ini," terangnya.

Teresa menambahkan, setiap ilmuwan muda harus memiliki rasa tidak takut gagal. Pasalnya, dengan kegagalan, bisa saja inovasi justru muncul. Yang terpenting, yaitu melakukan setiap proses secara maksimal. (ira)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini