JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Hakko Industry Co, Ltd didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) berhasil menciptakan inovasi beton ramah lingkungan. Pasalnya, beton tersebut terbuat dari bahan baku bottom ash yang merupakan limbah batu bara.
"Seratus persen bahan baku dari Indonesia namun didukung oleh teknologi Jepang," ujar Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Bambang Subiyanto di Gedung PDII LIPI, Jakarta, Rabu (20/7/2017).
Kepala Pusat Inovasi LIPI, Nurul Taufiqu Rochman menjelaskan, salah satu teknologi yang menjadi poin penting dalam produksi beton ramah lingkungan ini yakni cairan YHR Liquid. Menurut dia, cairan tersebut berfungsi untuk menambah kekuatan beton dan memperpendek usia pematangan beton.
"Keunggulannya, beton atau paving ini langsung dapat menyerap air sehingga tidak menimbulkan genangan. Kemudian dari sisi kerapihan. Selebihnya hampir sama dengan paving lokal," terangnya.
Sedangkan Direktur Penelitian dan Pengembangan Hakko Co Ltd, Yoshihide Wada mengungkapkan, YHR Liquid yang menjadi salah satu bahan baku unggulan sendiri terbuat dari limbah kertas. Sehingga, produksi beton ini tak lagi menghasilkan limbah baru. Bahan baku pendukung yang masih digunakan, yakni semen.
"Liquid ini juga bisa dibuat di Indonesia. Penggunaan cairan ini sekira dua sampai enam persen," tandasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik