Share

LIPI Transfer Ilmu dengan Jepang

Iradhatie Wurinanda, · Rabu 20 Juli 2016 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 20 65 1442258 lipi-transfer-ilmu-dengan-jepang-GEoleL7WKO.jpg LIPI bekerja sama dengan perusahaan Jepang dalam alih teknologi penanganan limbah logam berat. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang giat berinovasi turut bertugas menjalin kerjasama dengan berbagi insitusi baik di dalam maupun luar negeri guna menciptakan produk bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini, LIPI melakukan alih teknologi bersama perusahaan Jepang, Hakko Industry Co, Ltd dengan memanfaatkan limbah logam berat.

Dengan difasilitasi oleh International Cooperation Agency (JICA), Pusat Inovasi LIPI berupaya menangani permasalahan lingkungan dari limbah batu bara atau bootom ash yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Apalagi, hingga saat ini penanganannya masih belum dapat terselesaikan.

"Limbah ini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan beton ramah lingkungan. Kami melakukan kerjasama ini sudah 1,5 tahun," ujar Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Bambang Subiyanto di Gedung PDII LIPI, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Alih teknologi, lanjut dia, merupakan proses uji coba terkait bentuk, komponen, dan hal-hal lainnya mengenai produk. Sebab, perlu diketahui apakah inovansi tersebut cocok dengan Indonesia.

"LIPI bertugas memvalidasi teknologi. Di Hakko sendiri teknologi ini sudah dipatenkan sehingga diharapkan teknologi ini bisa diserap di Indonesia dan dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan, terutama yang UMKM," tuturnya.

Sedangkan JICA Senior Representative, Tetsuya Harada menambahkan, Indonesia merupakan negara pertama yang menjadi lokasi uji coba beton ramah lingkungan dari limbah batu bara tersebut. Di samping itu, setidaknya JICA juga membantu sekira 40 perusahaan lain agar teknologi mereka dapat diuji coba di Tanah Air.

"JICA mendorong industri di Jepang untuk bisa berkolaborasi dengan negara berkembang, termasuk Indonesia. Hakko industri dalam hal ini memiliki teknologi yang mengolah limbah industri menjadi beton yang kuat sekaligus mengurangi permasalahan limbah di Indonesia. Saya harap ini juga bisa membantu pembangunan di Indonesia," imbuhnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini