JAKARTA - Sejarah menjadi salah satu mata pelajaran yang dianggap paling membosankan. Banyak guru sejarah menerangkan siswa dengan metode ceramah sehingga kerap membuat para siswa mengantuk. Di sisi lain, mereka harus menghafal banyak hal, dari mulai nama tokoh, tanggal-tanggal penting, lokasi sejarah, dan lain sebagainya.
Kendati membosankan, Kepala Seksi Penyajian dan Layanan Edukasi Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Sujiman mengungkapkan, belajar sejarah mampu mencetak calon pemimpin masa depan yang tangguh. Pasalnya, karakter pemuda di era perjuangan kemerdekaan patut dijadikan sebagai teladan generasi muda saat ini.
"Kita semua adalah pelaku sejarah, jadi belajar sejarah itu penting. Suatu saat kita tidak tahu peristiwa hari ini akan menjadi sebuah sejarah penting di masa depan," ujarnya saat berbincang dengan Okezone di Muskitnas, belum lama ini.
Belajar sejarah, kata dia, termasuk belajar masa lalu, masa kini, dan masa depan. Saat ini, pemuda Indonesia rentan terpengaruh oleh tindakan-tindakan negatif, seperti narkoba hingga korupsi. Terkait hal tersebut, penting untuk menumbuhkan integritas dan budi pekerti di kalangan generasi penerus bangsa tersebut.
"Dengan melihat sulitnya perjuangan meraih kemerdekaan, diharapkan mampu menjadi refleksi diri bahwa harus mempertahankan apa yang sudah susah payah diperjuangkan pemuda-pemuda terdahulu. Pertahankan persatuan. Dulu mempersatukan masyarakat dari berbagai daerah sulit. Sekarang sudah bersatu jangan terpecah belah lagi," ucapnya.
Sujiman menambahkan, banyak peristiwa di masa lalu yang terulang kembali di masa sekarang. Karena tak mengenal sejarah dengan baik, mereka tak menjadikan kejadian di masa lalu sebagai sebuah pelajaran.
"Misalnya dulu dalam waktu sembilan hari panitia BPUPKI harus mampu menyelesaikan rancangan undang-undang. Kalau sekarang anggota DPR saja butuh waktu lama untuk menyusun sebuah undang-undang. Kemudian masalah ekonomi terkait naiknya nilai dolar sebetulnya juga sudah pernah terjadi," paparnya.
Melalui momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, guru di SMK Bina Darma DKI Jakarta itu berpesan, pemuda tak boleh lupa dengan sejarah. Apalagi, mereka merupakan agen perubahan dan penerus bangsa.
"Seperti pesan Bung Karno, 'Jas Merah' yang artinya jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Bagi para pemimpin, jangan mementingkan kepentingan kelompoknya, tetapi untuk seluruh masyarakat sebagaimana yang dilakukan pejuang kita untuk Indonesia," tukasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik