"Saya masih mengajar S-1 sampai S-3. Sebetulnya dosen itu kan sama dengan rektor. Dosen memimpin dalam kelas kuliah, kalau rektor memimpin semua; ya dosen, mahasiswa, dan universitasnya. Tetapi memimpin di sini bukan berarti memerintah saja, tetapi juga mengajak," paparnya.
Lulusan terbaik program master Binus pada 1997 itu menuturkan, di dunia pendidikan, rektor bukanlah posisi tertinggi, melainkan titel profesor. Sehingga, dia mengimbau kepada para dosen untuk tidak meributkan posisi rektor. Pasalnya, dalam suatu kampus hanya ada satu rektor, sedangkan gelar profesor akan dihargai oleh semua pihak, termasuk rektor.
"Karier dosen itu tidak struktural, tetapi profesorlah karier tertinggi. Jadi profesor itu dihargai karena keilmuannya, bahkan dihormati oleh rektor. Di sini semua berpeluang jadi profesor," ucapnya.
Kendati demikian, atas posisi rektor yang sedang diembannya, Harjanto merasa bangga. Lulusan S-1 Teknik Elektro Univeristas Dipenogoro (Undip) itu menambahkan, banyak pengalaman berharga yang sudah didapatkannya selama menjadi rektor.
"Saya ini orang kampung, jadi menjadi rektor jujur saya bangga. Saya senang bisa bertemu banyak orang walaupun harus kerja keras dan mengorbankan banyak waktu," pungkasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik