JAKARTA - Riset merupakan salah satu pilar untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa. Sayangnya, masih banyak riset, baik dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian lainnya hanya menjadi pajangan di perpustakaan sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat.
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) berupaya mendorong riset-riset di Indonesia dihilirisasi sehingga menjadi inovasi yang tepat guna. Dukungan tersebut dilakukan salah satunya dengan memberi bantuan dana atau hibah penelitian melalui 16 skema berdasarkan proposal riset yang masuk.
Melalui Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kemristekdikti menggelontorkan dana senilai Rp999,7 miliar untuk riset perguruan tinggi di Indonesia. Adapun jumlah tersebut didistribusikan untuk mendanai 15.171 proposal yang sudah dinyatakan lolos.
"Dari total 24.588 usulan, yang lolos ada 15.171 proposal, yakni 54,4 persen PTN dan 45,6 persen PTS. Sementara penerima dana 59,7 persen dari PTN dan 40,3 persen untuk PTS," tutur Dirjen Risbang Kemristekdikti, Muhammad Dimyati, di Jakarta, Kamis (10/3/2016).
Dimyati menjelaskan, pengusul dana riset terbesar adalah kampus swasta, yakni 1.006 PTS. Hanya 112 PTN yang lulus seleksi proposal tersebut. Pada akhirnya, ucap dia, ada 106 PTN dan 761 PTS yang proposal risetnya akan didanai.
"Penugasan riset ini sebagian telah dilaksanakan kontraknya pada 17 Februari 2016 bersama dengan penugasan pengabdian masyarakat. Selain itu, terdapat juga insentif riset sistem inovasi nasional (Insinas) 2016 yang hari ini dilakukan penandatanganan surat perjanjian pelaksanaan penugasan penelitian oleh masing-masing institusi yang menerima," terangnya.
Dimyati menambahkan, untuk Insinas terdapat 890 proposal yang masuk. Hasil seleksi administrasi meluluskan 750 proposal. Dan dari seleksi substansi dan pemaparan diputuskan 283 proposal akan didanai Kemristekdikti.
"Dari proposal yang didanai tersebut ada tiga pengaju proposal yang memutuskan untuk mengundurkan diri sehingga total keseluruhan usulan yang didanai oleh Insinas adalah 280 proposal," jelasnya.
Acara penandatangan juga disaksikan langsung oleh Menristekdikti Mohammad Nasir. Dalam sambutannya, Nasir mengungkapkan, ke depan riset perlu diklasterkan untuk mengetahui apakah masih pada riset dasar, terapan, atau sudah pengembangan inovasi. Dia juga berupaya supaya riset Indonesia mampu dipublikasikan secara internasional dan menjadi referensi bagi peneliti-peneliti dunia.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik