MALANG - Tiga mahasiswa lintas fakultas Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, menciptakan obat diare ekonomis untuk kelinci berbahan baku daun belimbing wuluh (Averrhoa Blimbi).
Ketiga mahasiswa pencipta obat diare bagi kelinci tersebut adalah Rhezaldian Eka Darmawan (Fakultas Teknik), Galuh Dianita Fitri (Fapet), dan Anas Nur Hidayah (FPIK).
"Kami membuat antibiotik untuk kelinci karena kelinci yang paling sering diserang penyakit diare apalagi di Malang ketika musim hujan," kata salah seorang mahasiswa pencipta obat diare untuk kelinci tersebut, Rhezaldian Eka Darmawan, di Malang, Rabu (13/1/2016).
Umumnya, kata Rhezaldian, peternak kelinci terbiasa memberikan antibiotik sapi ketika ternak mereka terkena diare, namun antibotik sapi ini bila diberikan untuk kelinci, dosisnya terlalu besar. Namun, karena kurangnya pengetahuan hal ini tetap mereka lakukan.
Ia mengatakan, diare disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E.coli) dan beberapa bakteri gram negatif lainnya. Dari referensi yang ia baca, obat antidiare yang tepat adalah yang terbuat dari senyawa tanin. "Akhirnya kami buat dari daun belimbing wuluh yang kaya senyawa tanin," kata mahasiswa Jurusan Teknik Kimia itu.