Tidak hanya memperbesar kapasitas tangki, Fish Carrier Ship juga dilengkapi pengatur temperatur udara. Meski temperatur lingkungan berubah, teknologi ini akan mempertahankan angka temperatur air dan udara sesuai kebutuhan ikan.
"Dengan catatan, pengangkutan ikan dari lautan lepas menuju pelabuhan tidak boleh lebih dari 24 jam. Agar tidak melebihi waku tersebut, kapal ini sengaja dirancang dengan kecepatan 17 knot. Dengan demikian, ikan tersebut akan tetap dalam keadaan segar setibanya di daratan," papar Saut.
Selain ITS, proyek pembuatan Fish Carrier Ship juga melibatkan PT PAL Indonesia, Biro Klasifikasi Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hidrodinamika Indonesia, dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Bahkan, ujar Saut, mahasiswa akan dilibatkan dalam perancangan model kapal agar mereka dapat belajar.
"Setelah perancangan selesai, kami tahap berikutnya adalah pembuatan prototype pada 2016. Selanjutnya, proyek ini akan diserahkan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk proses produksi massal 3.330 unit pada 2017," tandas Saut.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik