"Saya ingin seperti handphone. Yang dulunya besar dan mahal, sekarang menjadi murah dan praktis," imbuhnya.
Alumnus National Taiwan University of Science and Technology ini menjelaskan, riset untuk membuat mesin CNC mini dimulai sejak 2010. Selain itu, riset lanjutan pun dibutuhkan untuk mengembangkan inovasi tersebut mengingat banyak keuntungan besar yang bisa dipetik, salah satunya pada keakuratan data.
"Keberadaan mesin ini tidak berarti mengurangi pekerja, tapi mengajarkan pekerja bagaimana mengoperasikannya. Selain itu kita juga harus melek akan kebutuhan manufaktur yang sangat tinggi," imbuhnya.
Berkat inovasi mesin MTU CNC ini, tim MTC ITS mendapat sebuah penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Saat ini, tim MTC ITS sendiri telah memproduksi 18 unit mesin MTU CNC. Hendro berharap agar produksi MTU CNC ini bisa melibatkan masyarakat demi mempersiapkan diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
"CNC ini menerapkan asas oleh kita, untuk kita dan dari kita. Dan sudah menjadi kewajiban kita untuk dapat berkontribusi langsung ke masyarakat," tandasnya. (afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik