YOGYAKARTA - Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, tidak cukup hanya sebatas seremoni. Tantangan yang dihadapi generasi muda di era global saat ini cukup berat.
Kepala Urusan Mahasiswa Internasional UMY, Idham Badruzaman, menyampaikan sedikitnya ada tiga tandangan berat itu, yakni menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean, menjadi future leader, dan memiliki pengaruh global.
"Ketiganya harus mutlak dimiliki pemuda dalam menghadapi tantangan global saat ini," ujar Badruzaman.
Dia memberi contoh, MEA akan diterapkan akhir tahun ini. Kebijakan pasar bebas di tingkat Asia Tenggara tersebut merupakan peringatan kepada pemuda agar bisa mengambil peran dalam kancah tingkat ASEAN.
Kedua, pemimpin masa depan. Pemuda Indonesia, kata dia, harus banyak belajar dari banyak hal dan dari mana pun untuk kemudian menjadi pemimpin yang baik dan menjadi pemimpin yang berwawasan global. Pemuda harus banyak melihat contoh-contoh dan mempersiapkan diri. Karena, mau tidak mau, pada saatnya nanti mereka akan memimpin bangsa ini dengan posisi-posisi tertentu.
"Pemuda juga yang akan menentukan kemana bangsa ini akan dibawa ke mana," jelasnya.
Ketiga, terkait pengaruh global. Pemuda Indonesia saat ini mendapat tantangan yang cukup serius dari pengaruh-pengaruh global. Apalagi saat ini didukung oleh teknologi, moderanitas yang sangat tinggi, dunia internet yang sudah sedemikan rupa.
Bahkan budaya bebas keluar masuk dengan sangat cepat dalam hitungan menit bahkan detik ke tangan beberapa pemuda yang ada di Indonesia. Jika, pemuda tidak cukup kuat untuk menyaring pengaruh negatif itu, maka akan ikut dan mudah terpengaruh oleh budaya yang masuk.
"Ini jelas akan mempengaruhi kualitas pemuda kita nanti dan juga akan mempengaruhi bagaimana pemimpin kita di masa mendatang," katanya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik