Dia menuturkan, beberapa waktu belakangan dia mengamati kesiapan tenaga kerja dari negara lain dalam menghadapi MEA. Salah satu persiapan mereka, kata Anderson, mempelajari Bahasa Indonesia di Jakarta. “Ini bukti mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA,” terangnya.
Sementara itu, Dwi Komalasari, wisudawati STIMar AMI mengungkapkan persiapannya menyambut MEA. Salah satunya memperdalam bahasa asing. “Harus menguasai bahasa Inggris, ilmu-ilmu terapan maritim dikembangkan lagi karena dunia maritim persaingannya global,” katanya.
Orasi ilmiah yang disampaikan HT diakui Dwi membuat dirinya semakin siap menghadapi MEA dan dunia kerja. “Pak Hary Tanoe contoh entrepreneur yang harus dicontoh. Jarang sekali orang seperti dia yang memulai bisnisnya dari nol,” ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan Daud Lamau, wisudawan IBM ASMI jurusan Manajemen SDM. Menurutnya, perjalanan karir HT sangat menginspirasinya. “Apa yang disampaikan benar-benar menggugah hati. Bahwa dari 1 orang bisa menjadi ribuan orang. Bapak Hary Tanoe membuat bisnis dari nol, dari 1 karyawan yakni dirinya sendiri sampai sekarang menjadi 30 ribu karyawan. Itu luar biasa,” tuturnya.
(Muhammad Saifullah )
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik