BANDUNG - Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat, Dede Yusuf, mengakui kegiatan Pramuka di daerah perkotaan di Jawa Barat kurang digemari oleh generasi muda. Padahal kegiatan Pramuka memiliki banyak manfaat untuk mereka.
"Wilayah perkotaan ada kecenderungan peserta Pramukanya ini sudah tidak dianggap menarik lagi," kata Dede di Bandung.
Ada sejumlah penyebab kenapa kegiatan Pramuka tidak diminati oleh generasi muda. Salah satunya adalah terlalu banyaknya kegiatan ekstrakurikuler di masing-masing sekolah.
Dede ingin mendorong agar kegiatan Pramuka di Jawa Barat, terutama di daerah perkotaan dibuat lebih menarik. Sehingga minat generasi muda semakin tinggi dan tertarik menjadi anggota Pramuka.
"(Pramuka di kota) ini memang anggarannya gede tapi kegiatannya kurang. Kami ingin dorong agar kegiatannya juga banyak (dan menarik)," ucapnya.
Kwarda Pramuka Jawa Barat pun menurutnya siap membantu masing-masing kwarcab pramuka di kabupaten/kota. Salah satu cara untuk mendorongnya adalah dengan menambah pembina dan pelatih bersertifikat.
"Kamiini sudah meningkatkan 200 persen jumlah pembina yang bersertifikat. Kemudian juga meningkatkan 200 persen pelatih yang memiliki sertifikasi. Kuncinya memang itu. Baru kemudian peserta. Kami juga selalu mencoba membuat modul-modul yang lebih menarik," tutur Dede yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Barat.
Sementara untuk mendorong agar semakin banyak anggota Pramuka, Dede dan DPR mendukung agar Pramuka tetap dijadikan ekstrakurikuler wajib di sekolah sesuai dengan kurikulum 2013 meski kurikulum itu saat ini tidak dipakai.
"Hukumnya adalah undang-undang. Mau kurikulumnya berubah tapi undang-undangnya tidak bisa berubah, kecuali ada revisi undang-undang," jelasnya.
Selain itu, Dede juga sedang mendorong agar Pramuka tidak lagi berada dibawah Kemenpora. Pramuka, kata Dede, harus dikembalikan kepada Kemendikbud.
"Sebab ini adalah gerakan pendidikan nonformal. Karena kalau di Kemenpora konteksnya adalah kepemudaan," tegasnya.
Sementara khusus di Jawa Barat, Dede mengapresiasi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang juga Ketua Mabida Pramuka Jawa Barat. Sebab Aher sudah menjadikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib meski belum diikuti oleh semua sekolah.
"Jawa Barat alhamdulillah sudah dicanangkan oleh Pak Gubernur sebagai ekskul wajib. Tinggal mendorong agar kadisdik masing-masing itu bisa bersinergi," pungkas Dede.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik