"Dulu ketuanya adalah mahasiswa, tapi saya larang itu, karena ada kecenderungan untuk melakukan yang tidak benar," imbuhnya.
Nasir menegaskan, civitas kampus yang terbukti melakukan perploncoan saat ospek akan diberi sanksi tegas. Selain itu, guna mencegah perploncoan saat ospek, Nasir akan mengundang semua pembantu rektor (PR) II untuk dilakukan brainstorming terkait hal tersebut. Masalahnya sekarang, ujar Nasir, adalah mengontrol perguruan tinggi di bawah lembaga serta kementerian lain.
"Contohnya pendidikan pelayaran, Kementerian Dalam Negeri atau Kementerian Perhubungan, kami tidak bisa mengontrol. Tugas saya adalah mengontrol akademis. Kami juga akan mengundang para dirjen di berbagai kementerian/lembaga," tambahnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik