JAKARTA – Sejatinya, ospek adalah masa pengenalan mahasiswa baru (maba) dengan kampus. Tetapi jika mendengar kata ospek, hal yang terbayang adalah berbagai kekonyolan maba. Rambut dihias pita warna-warni, barang bawaan superajaib, hingga tugas-tugas enggak masuk akal dari senior.
Padahal, Menristek Dikti M Nasir menegaskan ospek membantu peralihan siswa SMA menjadi mahasiswa. Mereka perlu dikenalkan dengan berbagai hal, seperti manajemen kampus dan sistem perkuliahan di sana.
"Mahasiswa baru perlu tahu bagaimana organisasi kegiatan kampus, hingga fasilitas dan infrastruktur yang tersedia dan dapat dimanfaatkan. Itu yang terpenting," ujar Nasir di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), baru-baru ini.
Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu menambahkan, ospek seharusnya dikoordinasi oleh dosen, sedangkan mahasiswa hanya menjadi panitia. Jika dikoordinasi langsung oleh mahasiswa, maka ospek rawan dengan aksi perploncoan.