JAKARTA - Tidak ada yang tidak mungkin. Ungkapan itu mungkin tepat disematkan pada Hasan Basri. Cowok 18 tahun ini berhasil diterima kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Capaian ini termasuk istimewa mengingat Hasan berasal dari keluarga sederhana. Sang ibu hanya berjualan es campur, sedangkan ayahnya menjadi tukang parkir. Tetapi kondisi kekurangan tersebut tidak menyiutkan semangat Hasan untuk bisa mendaftar ke salah satu kampus terbaik di negeri ini.
"Saya ikut senang dan bangga, keinginannya tercapai," ungkap ibunda Hasan, Sariyah, seperti dikutip dari laman UGM, Jumat (26/6/2015).
Sang ibu mengaku selama sekolah, Hasan hanya diberikan uang saku tidak lebih dari lima ribu rupiah. Maklum, penghasilannya sebagai tukang es tidak banyak. Sehari-hari, dia hanya mampu menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. Sedangkan ayah Hasan hanya mampu membawa pulang uang Rp30 setiap hari.