Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Muhamad Nasir yang duduk sebagai anggota MWA diwakili Patdono Suwignjo selaku Sekretaris Ditjen Dikti Kemenristekdikti.
Setelah paparan, ketiga calon rektor itu menunggu pengumuman di ruang sekretariat Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR), lalu ketiga carek dipanggil kembali ke ruang sidang pleno pukul 15.45 WIB untuk mengetahui hasilnya hingga akhirnya Ketua MWA Sudi Silalahi mengumumkan rektor terpilih kepada pers.
Pemilihan dilakukan secara aklamasi, dengan Menristekdikti menyumbang suara 35 persen. Setelah musyawarah mufakat, maka Prof Nasih pun terpilih sebagai Rektor Unair," kata Ketua MWA Unair, Sudi Silalahi.
Kepada carek yang tidak terpilih menjadi rektor, MWA menawarkan untuk menjadi wakil rektor. "Keduanya setuju, nanti pemilihan posisinya menjadi otoritas rektor," kata Sudi Silalahi yang mantan Mensesneg itu.
Warek Riset-Publikasi Menanggapi proses aklamasi yang dilakukan MWA untuk memilih dirinya, Prof Nasih yang kini menjabat Wakil Rektor II Unair itu menilai ujung demokrasi adalah muswarah, apalagi tidak ada aturan harus voting.