Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Menggambar Pohon Saat Psikotes

Iradhatie Wurinanda , Jurnalis-Senin, 27 April 2015 |20:02 WIB
Tips Menggambar Pohon Saat Psikotes
Salah satu proses perekrutan pegawai adalah melalui psikotes. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Rangkaian psikotes dalam perekrutan pegawai terdiri atas beberapa macam tes. Salah satunya yaitu tes menggambar. Selain menggambar manusia, tes gambar yang lazim dipakai yaitu tes menggambar pohon. Tes gambar pohon ini digunakan untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja seseorang.

Dikutip dari Tips Karir, Senin (27/4/2015), berikut beberapa cara untuk mengerjakan psikotes menggambar pohon dengan tepat.

1. Jenis pohon

Gambarlah pohon yang kamu anggap mudah. Usahakan pohon yang kamu gambar tersebut memiliki daun yang lebat atau rindang. Beberapa pohon yang bisa kamu gambar di antaranya pohon mangga, durian dan jambu.

2. Perhatikan goresan gambar

Sebaiknya, saat menggambar pohon kamu hanya menggunakan satu goresan. Hal ini menggambarkan bahwa kamu orang yang tidak ragu-ragu. Kemudian, untuk posisi gambar, usahakan pohon tersebut berada di tengah-tengah kertas. Jangan lupa memberi judul yang tepat sesuai dengan pohon yang kamu gambar.

3. Kelengkapan gambar

Kamu harus menggambar pohon yang sempurna. Maksudnya, kamu menggambarkan pohon secara lengkap, mulai dari akar, batang, ranting, dahan, daun, bunga, hingga buah. Biasanya, terdapat beberapa jenis pohon atau tanaman yang tidak boleh digambarkan. Oleh karena itu, kamu harus perhatikan instruksi dengan teliti.

4. Beri deskripsi

Setelah kamu selesai menggambarkan sebuah pohon, berilah nama pohon yang kamu gambar. Kemudian, deskripsikan pohon tersebut sesuai dengar ciri-ciri yang dimilikinya. (ira)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement