"Bangunan sekolah masih terbuat dari kayu yang mulai menua, tidak ada listrik, dan gurunya sering tidak masuk karena mereka hanya honorer," kata Eko.
Sekolah di daerah yang langsung dengan negara bagian Sarawak, Malaysia ini juga sulit ditempuh. Butuh tiga hari perjalanan darat dari Samarinda guna mencapai Malinau. Jika menggunakan pesawat perintis, maka jarak tersebut dapat ditempuh hanya dengan waktu 1,5 jam dari kota kabupaten.
Salah satu ketimpangan pendidikan yang dirasakannya adalah, ketika di pulau Jawa para pelaku pendidikan sibuk meributkan kurikulum 2013, di daerahnya sudah merupakan perstasi hanya dengan kehadiran siswa dan guru.
"Janganlah salahkan pula jika mereka tak tahu siapa presidennya atau bagaimana cara menyanyi Indonesia Raya jika sinyal, siaran radio, buku-buku atau guru tak sampai ke tempat mereka tinggal," ujar Eko.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik