SOLO - Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Profesor Dr Stephanus Adi Kristiawan, berhasil mengembangkan beton yang mampu memadat secara mandiri atau self compacting concrete (SCC).
Beton yang mampu memadat sendiri itu terbuat dari limbah pembakaran batu bara (fly ash). Nantinya, pemakaian bahan baku beton tersebut akan banyak menghemat penggunaan semen dan mengurangi pemakaian tenaga kerja.
Dengan menggunakan 70 persen limbah dari hasil pembakaran batu bara untuk campuran beton, bisa menghemat penggunaan semen. Hasilnya juga beton menjadi lebih padat.
"Beton itu cukup dituang dan ditinggalkan, maka beton akan memadat mengisi ruang-ruang kosong. Jadi, tidak perlu pekerja untuk memadatkan beton tersebut," jelas Stephanus.