Share

UNS Jadi Paru-Paru Kota Solo

Bramantyo, Okezone · Kamis 04 Desember 2014 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 04 65 1074581 uns-jadi-paru-paru-kota-solo-hp9huYfGqK.jpg Ilustrasi Foto : UNS

SOLO - Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo merupakan salah satu kampus yang sangat peduli dengan lingkungan hidup. Bahkan UNS sengaja mendesain lingkungan kampus layaknya alam pedesaan.

Lihat saja pohon rimbun yang menyambut siapa saja yang datang ke kampus tersebut. Tak heran bila UNS dijadikan model pelaksanaan "green campus" di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Rektor Ravik UNS menyatakan, pihak kampus sudah mengupayakan berbagai cara untuk menjadikan UNS sebagai kampus hijau. Selain itu UNS juga mampu melakukan berbagai penghematan energi secara bertahap.

"Yang semula dari lampu listrik menjadi lampu LED. Pembangunan gedung-gedung baru di UNS dilarang menggunakan lampu listrik. Harus menggunakan lampu LED," jelas Ravik di UNS, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/12/2014).

Untuk mendukung lingkungan kampus hijau Kampus UNS sudah menghibahkan tanah di lahan kampus seluas 0,1 hektare untuk dijadikan hutan kota (urban forestry) bagi pemerintah Kota Solo.

"Dengan demikian menjadikan UNS sebagai salah satu paru-paru Kota Solo," paparnya.

UNS juga memiliki program pencanangan kampus bebas rokok. Walaupun baru beberapa fakultas saja terutama Fakultas Kedokteran. Kemudian, melalui Fakultas MIPA, UNS juga melakukan penelitian pengelolaan air ramah lingkungan.

"Caranya dengan membuat typing-typing air yang sudah diuji coba di kampus MIPA. Satu di antaranya dengan mengolah air tanah dicampur dengan tanah lempung justru membuat kualitas air malah semakin bagus," ungkap Ravik.

Sedangkan Ketua Green Campus UNS Prof. Purwanto menambahkan, untuk memperkuat UNS sebagai kampus ramah lingkungan berbagai cara telah ditempuh. Baik melalui sosialisasi maupun infrastuktur ramah lingkungan terus digalakkan.

Ke depan, Purwanto berharap, UNS mampu menampilkan berbagai keanekaragaman hayati. Walaupun saat ini mayoritas pohon di UNS adalah angsana yang memiliki serapan karbon yang sangat tinggi.

"Nanti juga dilengkapi beragam spesies, yang juga memiliki keragaman fungsi sebagai penyerap debu, peredam bunyi, dan bisa menghalau bau. Sehingga UNS bisa sebagai arboretum, yaitu taman aneka ragam hayati. Tanaman langka di Indonesia akan coba diboyong ke sini, untuk secara bertahap menggantikan pohon angsana," pungkas Purwanto.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini