DUNIA pendidikan nasional mengalami goncangan begitu hebat menyusul pemberitaan kasus guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tertangkap tangan nyabu di hotel bersama seorang mahasiswi. Selain kasus tersebut, ada lagi kasus yang tak kalah hebohnya dan juga diperankan oleh seorang pendidik.
Dikatakan tak kalah hebohnya karena sang guru agama tega mencabuli enam siswinya saat praktik salat di sekolah. Kejadian ini terjadi di salah satu SMK di Kendari awal November lalu. Perbuatan biadab seperti ini bukan kali pertama dilakukan oknum guru pada siswinya. Sebelumnya, siswi kelas XII di sebuah SMA di kawasan Jakarta Timur mendapatkan perlakukan serupa dari guru yang juga wakil kepala sekolah.
Sejumlah kasus yang diperankan oleh pendidik di atas sudah menjadi bukti yang tak terbantahkan jika bangsa ini telah mengalami keruntuhan moral yang seakan tidak terbendung lagi. Hal ini juga menjadi tamparan bagi dunia pendidikan kita. Ini menjadi bukti riil rendahnya kualitas moral guru Indonesia. Memang, peradaban suatu bangsa akan maju dengan adanya pendidikan. Namun juga sebaliknya, sebuah bangsa akan mengalami kehancuran jika dunia pendidikan diserahkan kepada pendidik yang tak bermoral.
Ketika guru tidak bisa memahami tugas dan peran yang diembannya, maka guru hanya mampu mentransfer ilmu pengetahuan dan melupakan moralitas. Akibatnya, bangsa ini tidak akan mampu melahirkan generasi penurus yang berkualitas dan berkarakter. Innalillah...
Pendidikan kita tampaknya sedang memasuki masa kronis stadium akhir. Kalau sudah begini, tentu saja, guru tidak lagi menjadi agen untuk memanusiakan manusia (humanizing the human being) sebagaimana peran mereka yang seharusnya. Kita semua tahu, kehormatan seorang guru terletak pada kemuliaan profesinya sebagai sosok pemberi teladan. Namun, jika guru telah lari dan melenceng dari kodratnya sebagai suri teladan dengan melakukan tindakan-tindakan amoral, maka itu sama halnya dengan guru menghancurkan dan meruntuhkan kehormatannya sendiri. Guru demikian tak ubahnya seorang gadis yang telah kehilangan keperawanannya, alias tak punya kehormatan dan harga diri. Innalillah…..