Share

International Student Festival Menjadi Wadah Mahasiswa IKJ

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Sabtu 01 November 2014 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 01 65 1059796 international-student-festival-menjadi-wadah-mahasiswa-ikj-j6l9idiIQ4.jpg International Student Festival Menjadi Wadah Mahasiswa IKJ (Foto: Faisal Harahap/Okezone)

JAKARTA - Belum banyak sekolah film di Indonesia yang menyelenggarakan sebuah ajang festival film. Tetapi, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) berani mengadakannya melalui International Student Festival (ISF) 2014.

Festival film internasional tersebut merupakan suatu wadah bagi para mahasiswa IKJ untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus.

Menurut Ketua Panitia Acara Fakultas Film dan Televisi (FFTV) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ISF 2014, Bambang Supriadi, tujuan ajang tersebut untuk merangsang dan memacu mahasiswa agar bergairah dalam membuat suatu karya.

"Kita pancing mahasiswa untuk melihat film karya dari mancanegara. Dalam menyelenggarakan festival ini terlalu singkat, hanya empat bulan dan ini tidak diduga," ujar Bambang di Gedung Art Cinema FFTV IKJ, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Wakil Dekan I FFTV-IKJ itu melanjutkan, dari 94 film yang diterima dari mancanegara, kemudian dilakukan proses kurasi bersama dua kurator, yakni Marselli Supriadi dan Mohamad Ariansyah. Setelah itu, terpilihlah 40 film dari Indonesia, Serbia, Australia, Israel, Amerika Serikat (AS), Spanyol, Kuba, Slovakia, Inggris, dan Mesir.

"Festival film ini tidak ada kompetisi, melainkan melalui forum diskusi. Kita berharap festival film internasional ini tidak hanya dari filmmaker IKJ, tapi juga dari institut seni lainnya," ucapnya.

Selain memacu dan menggairahkan karya mahasiswa, lanjut Bambang, festival film ini juga menjadi suatu wadah berbagi pengalaman, sebab pasti akan mendapati suatu keunikan yang mungkin sama sekali tidak berasal dari industri.

"Artinya, mereka bebas berekspresi untuk bertanggung jawab sosial. Bentuk ekspresinya pun beragam, dan karena festival film internasional ini merupakan pertama kali, maka banyak juga mengalami kekurangan-kekurangannya, dan hal itu menjadi suatu pembelajaran," ungkapnya.

Ia menambahkan, film-film festival seperti ini harus disosialisasikan ke anak-anak muda. Festival film ini pun wajib terus dilakukan, karena jika tidak, akan tertinggal oleh negara lain.

"Selain acara pemutaran film pada acara pembukaan, akan diberikan pula penghargaan kepada para pemerhati film yang sangat memberi perhatian pada dunia pendidikan film di IKJ, yaitu aktor senior Hengky Sulaiman, Hatoek Soebroto, dan aktor cilik Aji Santosa," tuturnya.

Sekadar informasi, dari hasil kurasi 40 karya yang terpilih akan ditampilkan pada acara Film Screening di Cinema XXI Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Gedung Art Cinema FFTV-IKJ. Acara ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya.

Semua filmnya dapat disaksikan untuk kalangan usia 13 tahun ke atas. Film-film garapan dari mahasiswa yang tergabung di CILECT atau Organisasi Sekolah Film Internasional itu akan memberikan tontonan alternatif yang menarik dan unik.

Animo pesertanya pun sangat menggembirakan. Salah satu indikasinya karena kreativitas generasi muda di bidang film sangat perlu diapresiasi, dan festival ini dapat menjadi wadah bagi pengelolaan minat serta bakat dalam pembuatan film dan sebagai ajang kegiatan diplomasi budaya antar-generasi muda mancanegara. (fsl)

Follow Berita Okezone di Google News

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini