Sementara itu, Tim Laksamana 1 mengembangkan kapal kategori ERC dengan mengedepankan efisiensi energi dan konsep yang lebih ramah lingkungan.
Ketua Tim Laksamana 1, Muhammad Alfayed, menyebut perhatian terhadap detail menjadi salah satu aspek yang mereka prioritaskan dalam desain kapal.
"Pengecatan itu ada prosesnya, tidak bisa dilakukan sekali jadi. Kalau ada lecet, harus diperbaiki lagi," jelas Alfayed.
Kedua tim tersebut memulai persiapan sekitar dua hingga tiga bulan sebelum kompetisi. Mereka melakukan riset terhadap berbagai referensi kapal sejenis untuk kemudian dikembangkan sesuai konsep masing-masing.
Prestasi lainnya diraih Tim Laksamana 3 melalui kategori IDK. Tim ini mendapatkan Juara 3 lewat rancangan kapal yang menggunakan sejumlah material dan komponen untuk menekan hambatan saat kapal bergerak.
M. Kenzie Bravo, anggota Tim Laksamana 3, menjelaskan mereka memanfaatkan axbow, interceptor, dan material HDPE dalam rancangan tersebut.