Salah satu fokus kerja sama adalah mendorong riset yang semakin terhubung dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha. Menteri Pendidikan Arab Saudi Yousef bin Abdullah Al-Benyan menyampaikan pentingnya memperkuat keterkaitan tersebut dalam pengembangan penelitian.
Sebagai langkah penguatan kolaborasi riset, Arab Saudi menyampaikan rencana melakukan asesmen untuk mengidentifikasi sekitar tiga hingga lima perguruan tinggi Indonesia yang berpotensi menjadi mitra dalam program penelitian bersama.
Upaya tersebut melanjutkan proses matchmaking perguruan tinggi kedua negara. Kemdiktisaintek sebelumnya telah mengusulkan 11 perguruan tinggi Indonesia untuk dihubungkan dengan perguruan tinggi unggulan Arab Saudi.
Pada 2026, kedua negara juga mendorong matchmaking and linkage antara 11 perguruan tinggi Indonesia dan 15 perguruan tinggi Arab Saudi, termasuk pengembangan riset bersama antara profesor dari kedua negara.
Kerja sama tersebut telah berjalan melalui sejumlah kemitraan, antara lain Universitas Negeri Surabaya–Saudi Electronic University, Universitas Muhammadiyah Makassar–Al Baha University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta–King Saud University, Universitas Negeri Yogyakarta–Prince Sattam bin Abdulaziz University, serta Universitas Islam Bandung–King Abdulaziz University.
Pada aspek pengembangan talenta, Arab Saudi telah berkomitmen menyediakan 1.000 kuota beasiswa bagi Indonesia untuk tahun akademik 2026–2027.