Industri migas merupakan salah satu sektor dengan regulasi yang sangat kompleks. Karena itu, perusahaan membutuhkan lulusan Ilmu Hukum, terutama yang memiliki spesialisasi hukum perusahaan atau hukum lingkungan.
Mereka berperan dalam penyusunan kontrak, kepatuhan terhadap regulasi, perizinan, hingga penyelesaian sengketa.
Bagi perusahaan yang melakukan eksplorasi lepas pantai (offshore), lulusan Oseanografi memiliki peran penting dalam mempelajari kondisi laut sebelum aktivitas pengeboran dilakukan.
Mereka melakukan riset, pengambilan sampel, serta analisis kondisi perairan untuk membantu menentukan lokasi pengeboran yang aman dan efektif.
Geologi merupakan salah satu jurusan yang paling banyak dibutuhkan dalam tahap eksplorasi. Geolog bertugas mencari potensi cadangan minyak dan gas melalui analisis batuan, struktur bawah permukaan, dan kondisi geologi suatu wilayah.
Keahlian ini menjadi dasar dalam menentukan lokasi pengeboran yang memiliki potensi sumber daya energi.
Sebelum proses pengeboran dimulai, perusahaan perlu melakukan pemetaan wilayah secara detail. Lulusan Teknik Geodesi atau Survei Pemetaan bertugas mengukur dan memetakan area kerja menggunakan berbagai teknologi, seperti GPS, drone, dan sistem pemetaan digital.
Hasil pemetaan tersebut menjadi acuan penting dalam perencanaan proyek migas.
Tak banyak yang mengetahui bahwa industri migas juga membutuhkan tenaga technical writer. Profesi ini bertugas menyusun dokumen teknis, manual operasional, spesifikasi desain, prosedur kerja, hingga panduan keselamatan agar mudah dipahami oleh para teknisi dan operator.
Kemampuan menulis yang dipadukan dengan pemahaman teknis menjadi modal utama untuk berkarier di bidang ini.
(Djanti Virantika)