Dalam video itu, Bu Ijah juga menunjukkan amplop cokelat yang disebut sebagai bukti gaji terakhirnya. Ia menegaskan bahwa unggahan tersebut bukan untuk mencari belas kasihan ataupun sensasi.
Menurutnya, video itu dibuat agar masyarakat mengetahui kenyataan yang masih dialami sebagian guru honorer di Indonesia.
"Bukan pamer ya, hanya sekadar mengungkap fakta," ujarnya.
Keputusan Bu Ijah mengakhiri masa pengabdiannya setelah 40 tahun mengajar memunculkan kembali perbincangan mengenai nasib guru honorer dan pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Banyak warganet menyampaikan rasa hormat atas dedikasinya, sekaligus berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan para guru honorer.