SURAKARTA - Memiliki mental baja merupakan sesuatu yang wajib dimiliki semua orang khususnya mahasiswa dan anak muda dalam mengarungi kehidupan. iNews Campus Connect melalui sesi Genzone Talks mengajak mahasiswa untuk membentuk mental baja tersebut.
Dalam diskusi Genzone Talks bertemakan “Recharger Your Energy, Level Up Your Focus” di Gedung Suhardi UNS, Rabu (20/5/2026), para narasumber memberikan tips bagaimana membangun mental baja bagi para mahasiswa. Salah satu narasumber yaitu Timotius Mulyadi, seorang Swimmer, Triathlete, and Sport Content Creator mengatakan salah satu cara membangun mental baja.
Timotius Mulyadi mengatakan mental baja bisa dibangun di lingkungan sekitar kita dengan baik, terutama yang selalu mendukung kita dalam segala hal.
“Saran aku, build lingkungan kalian sebaik mungkin, sesolid mungkin, ditambah kalian share rasa gak nyaman kalian ke orang yang kalian deket, kalian percaya, dari situ mentalitas itu akan kebentuk. Misalnya kalian ngeluh dan sesuatu yang jelek, negatif thinking dan segala macem, akan dibantah sama temen kalian yang support,” kata Timotius.
Timotius menyebut, hal itu bisa menjadi motivasi agar kita terus lebih baik dan tidak kalah dengan pikiran serta berbagai hal negatif yang menghalangi jalan kita untuk menggapai sebuah sesuatu.
“Dari situ mentalitas pelan-pelan kebangun, berani gagal udah pasti, hal-hal yang motivasi-motivasi yang standar kalian tau berani gagal, tapi yang penting bangun lingkungan community kalian yang kuat, sehingga ketika kalian lagi jatuh, kalian bisa dibangkitin sama orang-orang di sekitar kalian supaya mentalitasnya sekuat baja,” ucap dia.
Senada, narasumber lainnya yaitu Namira Adjani yang merupakan seorang konten kreator dan pegiat olahraga lari menuturkan, mentalitas bisa dibangun dari lingkungan sekitar kita. Menurutnya, dengan lingkungan yang baik dan sesuai bisa memotivasi kita untuk jauh lebih baik dari mereka.
“Karena banyak juga aku di dunia lari tuh temenan sama orang yang jauh lebih tua dari aku, yang udah seumuran mamaku. Tapi dari perspektif yang berbeda-beda itu, kayak mentalku tuh bisa kebentuk menjadi lebih strong,” tutur Namira.
Selain itu, Namira menjelaskan bahwa untuk membangun mental baja seseorang harus bisa mengubah cara berpikir mereka terhadap sesuatu negatif yang dialami. Ia menceritakan pengalaman dirinya saat ia menyadari bahwa mindset selalu overthinking dan takut untuk melakukan sebuah sesuatu adalah pikiran yang tidak baik bagi dirinya.
“Nah di tengah-tengah kuliah, aku sadar kalo mindset itu tuh gak baik gitu buat aku. Jadinya aku switch menjadi orang yang lebih chill, jadi kayak yang penting dijalanin dulu aja, kalaupun emang ada ups and downsnya, yaudah gapapa, itu part of the process kita belajar gitu,” jelas dia.
Terakhir, ia mengungkapkan bahwa salah satu cara membangun mental baja adalah dengan melakukan kegiatan yang bisa membuat diri kita termotivasi untuk menyelesaikan sebuah tantangan secara terpaksa. Namira memberi contoh seperti saat dirinya mengikuti event lari Maraton.
“Nah dan yang terakhir, itu ikut kegiatan-kegiatan yang semacam bisa membuat mentalnya lebih kuat, kayak marathon. Karena marathon itu kan kita lari 3 jam loh, 3-4 jam, yang menemani kita cuma musik dan diri kita sendiri gitu. Kan mau gak mau dalam menyelesaikan hal itu, kita tuh harus bermental kuat. Karena kalo mental kita gak kuat, itu pasti di tengah-tengah,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)