Diskusi tersebut menegaskan bahwa kualitas pendidikan saat ini akan sangat menentukan kesiapan generasi masa depan. Kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai fondasi penting untuk membentuk individu yang adaptif, kritis, dan siap menghadapi dinamika global.
Mandira Bienna Elmir menyampaikan bahwa sikap kritis menjadi awal dari perubahan.
“Rasa kritis adalah api yang menyadarkan kita bahwa ada sesuatu yang harus berubah, dan itulah awal dari sebuah pergerakan,” ujarnya.
Najelaa Shihab juga menambahkan pentingnya membangun kepercayaan antar pemangku kepentingan agar inovasi pendidikan dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Melalui Belajaraya Jakarta, pendidikan tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab satu pihak saja, melainkan sebagai gerakan kolektif. Festival ini menjadi wadah untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, serta mendorong transformasi pendidikan Indonesia agar lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)