Guinea-Bissau di Afrika Barat juga belum memiliki jaringan kereta api untuk transportasi umum. Dengan populasi yang relatif kecil dan keterbatasan infrastruktur, moda transportasi darat di negara ini masih sangat sederhana.
Di Guinea-Bissau, sebenarnya pernah ada jalur kereta yang dibangun. Namun, fungsinya terbatas untuk pengangkutan barang, bukan penumpang.
Libya juga termasuk negara yang tidak lagi memiliki layanan kereta api aktif. Jaringan rel pernah digunakan hingga pertengahan 1960-an.
Namun, kereta berhenti beroperasi di Libya. Meskipun beberapa rencana revitalisasi pernah muncul, kondisi ekonomi dan situasi politik membuat proyek tersebut belum terealisasi hingga saat ini.
Terakhir, ada Siprus. Sebenarnya, Siprus pernah memiliki jaringan kereta api pada awal abad ke-20. Tepatnya pada tahun 1905, Siprus pernah punya jalur kereta sepanjang 122 kilometer. Bahkan, jalur itu sempat menjadi bagian penting transportasi di sana.
Namun, karena kendala finansial, layanan kereta api dihentikan pada 1951. Sejak saat itu, negara ini tidak lagi mengoperasikan kereta untuk transportasi publik.
(Djanti Virantika)