LIMA negara yang tidak punya jalur kereta api menarik diulas. Apalagi, salah satunya negara yang berada di benua Eropa.
Transportasi kereta api sudah lama menjadi tulang punggung mobilitas di banyak negara. Cepat, efisien, dan mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar membuat moda ini jadi andalan di berbagai belahan dunia.
Namun, menariknya, masih ada sejumlah negara yang hingga kini belum memiliki jaringan kereta api aktif untuk transportasi publik. Di mana sajakah negara tersebut?
Berikut 5 Negara yang Tidak Punya Jalur Kereta Api
Salah satu negara yang tidak punya jalur kereta api adalah Islandia. Ini mengejutkan karena Islandia sejatinya berada di benua Eropa yang terkenal memiliki transportasi umum bagus dan berkembang pesat.
Tetapi, ada alasan tersendiri Islandia tak memiliki jalur kereta apik. Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil dan kondisi geografis yang cukup ekstrem, transportasi darat di negara ini lebih banyak mengandalkan mobil pribadi dan bus.
Selain itu, cuaca yang sering berubah-ubah juga menjadi tantangan besar untuk pembangunan rel kereta. Meski begitu, akses ke Islandia tetap mudah melalui jalur udara dan laut.
Beralih ke negara Asia, ada Kuwait yang ternyata tidak punya transportasi kereta. Kuwait merupakan negara di Timur Tengah ini hingga kini belum memiliki sistem kereta api publik.
Mobilitas masyarakatnya lebih banyak bergantung pada kendaraan pribadi, bus, dan taksi. Meski demikian, pemerintah telah beberapa kali merencanakan pembangunan jaringan kereta api yang diharapkan dapat menghubungkan Kuwait dengan negara tetangga di masa depan.
Guinea-Bissau di Afrika Barat juga belum memiliki jaringan kereta api untuk transportasi umum. Dengan populasi yang relatif kecil dan keterbatasan infrastruktur, moda transportasi darat di negara ini masih sangat sederhana.
Di Guinea-Bissau, sebenarnya pernah ada jalur kereta yang dibangun. Namun, fungsinya terbatas untuk pengangkutan barang, bukan penumpang.
Libya juga termasuk negara yang tidak lagi memiliki layanan kereta api aktif. Jaringan rel pernah digunakan hingga pertengahan 1960-an.
Namun, kereta berhenti beroperasi di Libya. Meskipun beberapa rencana revitalisasi pernah muncul, kondisi ekonomi dan situasi politik membuat proyek tersebut belum terealisasi hingga saat ini.
Terakhir, ada Siprus. Sebenarnya, Siprus pernah memiliki jaringan kereta api pada awal abad ke-20. Tepatnya pada tahun 1905, Siprus pernah punya jalur kereta sepanjang 122 kilometer. Bahkan, jalur itu sempat menjadi bagian penting transportasi di sana.
Namun, karena kendala finansial, layanan kereta api dihentikan pada 1951. Sejak saat itu, negara ini tidak lagi mengoperasikan kereta untuk transportasi publik.
(Djanti Virantika)