“Guru di Sekolah Rakyat punya tugas mulia, harus mendampingi siswa selama 24 jam. Karena itu, mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan mendampingi keseharian siswa,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa lulusan Sekolah Rakyat akan memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan nasional, selama satuan pendidikan telah terakreditasi. Hal ini membuka peluang bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
“Pendidikan harus mengubah nasib seseorang. Dengan bekal akademik, keterampilan, dan karakter, kami yakin lulusan Sekolah Rakyat siap menghadapi masa depan dan membawa keluarganya keluar dari kemiskinan,” tegas alumnus program doktoral UGM tersebut.
Di akhir, Wamen Fajar menekankan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan sinergi lintas kementerian/lembaga serta dukungan pemerintah daerah secara berkelanjutan. Menurutnya, memutus mata rantai kemiskinan membutuhkan kerja bersama yang konsisten dan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)