JAKARTA – Bagi siswa yang belum lolos atau belum sempat mendaftar jalur SNBP, masih ada kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur SNBT dengan memanfaatkan program KIP Kuliah. Program ini memberikan pembebasan biaya kuliah sekaligus bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Berdasarkan informasi resmi, pendaftaran akun KIP Kuliah 2026 dibuka hingga 31 Oktober 2026. Karena itu, calon peserta UTBK SNBT disarankan segera membuat akun agar tidak terkendala saat proses seleksi.
Berikut langkah-langkah pendaftarannya:
1. Registrasi Akun
Kunjungi situs resmi: https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id
Klik menu “Daftar Sekarang”
Masukkan NIK, NISN, NPSN, dan email aktif
Sistem akan memverifikasi data melalui Dapodik, SiPintar, dan DTSEN
Jika lolos, nomor pendaftaran dan kode akses akan dikirim ke email
2. Lengkapi Data Pendaftaran
Login menggunakan nomor pendaftaran dan kode akses
Isi data lengkap (biodata, kondisi keluarga, ekonomi, hingga aset)
Tambahkan data prestasi (jika ada)
Unggah dokumen pendukung seperti foto rumah dan SKTM
Pastikan semua data valid dan lengkap
3. Pilih Jalur Seleksi dan Finalisasi
Pilih jalur SNBT atau jalur lain yang diikuti
Data akan otomatis terhubung dengan sistem seleksi nasional
Selesaikan pendaftaran di portal kampus tujuan
Jika lolos, kampus akan melakukan verifikasi lanjutan
Syarat Akademik:
Lulusan SMA/SMK/sederajat tahun 2026, 2025, atau 2024
Memiliki potensi akademik dan lolos seleksi PTN
Diterima di program studi minimal akreditasi Baik
Berasal dari keluarga kurang mampu
Tidak menerima beasiswa pemerintah lain
Memiliki NIK, NISN, dan NPSN yang valid
Syarat Ekonomi:
Terdaftar dalam DTSEN desil 1–4 atau memiliki SKTM
Penghasilan orang tua maksimal Rp4 juta/bulan
Penghasilan per anggota keluarga maksimal Rp750 ribu/bulan
Pemegang KIP Sekolah atau penerima bantuan sosial (PKH, dll)
Anak panti asuhan atau panti sosial
Dokumen yang Harus Disiapkan
KTP
Kartu Keluarga
Rapor
Bukti KKS/KIP/SKTM
Foto kondisi rumah (luar dan dalam)
Sertifikat prestasi (jika ada)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)