“Di fase itu saya mulai menemukan hal yang terasa sangat bermakna, yaitu menghubungkan learning science dengan media. Bagaimana memahami proses belajar manusia, lalu mengubahnya menjadi storytelling dan hiburan yang bisa memberi dampak,” jelasnya.
Dalam proses pendaftaran ke berbagai universitas, Chelsea mengaku sempat diliputi keraguan. Ia bahkan tidak terlalu berharap besar saat mengirimkan aplikasi ke kampus impiannya.
“Awalnya saya tidak berekspektasi tinggi. Karena itu saya mendaftar ke beberapa universitas sekaligus agar peluangnya lebih besar,” tuturnya.
Kini, Chelsea tengah mempertimbangkan pilihan terbaik di antara kampus-kampus tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya dalam perjalanan akademiknya.
“Sekarang justru muncul pertanyaan baru: saya akan memilih kota dan universitas yang mana untuk melanjutkan perjalanan ini,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)