Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan, upaya renovasi dan pemulihan setelah kebakaran September tahun lalu terus dilakukan. Melalui Indonesian Heritage Agency (IHA) proses pemulihan dan renovasi sebagian telah dilakukan.
"Renovasi berlandaskan Re-Imajinasi. Museum dan situs Cagar budaya dapat benar jadi ruang publik dan partisipasi masyarakat yang ada di ruang tersebut," ujarnya.
Nadiem pun berharap dengan proses pemulihan jni, Museum Nasional menjadi ruang mendidik dan menyenangkan.
"Meningkatkan asupan fungsi dan estetika dan terpenting semua menguatkan SDM dalam pengelolaan Cagar Budaya ini dengan tim profesional bisa bergabung dan berkontribusi dan berinovasi," ujarnya.
Sebagai informasi, selama tiga tahun mendatang, wajah baru Museum Nasional Indonesia akan secara bertahap terungkap, menandai babak baru dalam pengelolaan dan pelestarian warisan budaya Indonesia. Upaya ini memperkokoh peran Museum Nasional Indonesia sebagai jendela yang memancarkan esensi dan inti sejarah budaya Indonesia.
Keunggulan dalam pemikiran dan karya cipta tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dirayakan sebagai simbol keragaman yang membawa dampak signifikan di panggung dunia. Dengan mengangkat narasi yang membesarkan Indonesia dari perspektif kolonial, Museum Nasional Indonesia berkomitmen memperdalam pemahaman tentang identitas nasional sekaligus menyoroti perjuangan kolektif masyarakat yang majemuk.
Sepanjang proses transformasi ini, kita akan menelurusi jejak jejak warisan budaya yang agung dan memuliakan marwah luhur Indonesia. Museum akan menjadi wadah bagi kisah-kisah yang mengungkap wawasan prasejarah, perjalanan intelektual dan spiritual Nusantara, hingga perjuangan heroik menuju Kemerdekaan.
Sebagai bagian integral dari perubahan ini, Museum Nasional Indonesia akan menata ulang struktur fisik, sumber daya dan layanannya untuk menyongsong era baru dalam pengelolaan museum dan cagar budaya Indonesia yang lebih relevan dan selaras dengan kebutuhan zaman.
Pascakebakaran 16 September 2023, tindak lanjut penanganan koleksi dan bangunnanya yang terdampak hingga akhirnya dibuka kembali untuk publik. Rekam jejak yang dirangkai dengan sentuhan rekonstruksi multimedia, menginformasikan dampak kebakaran serta langkah strategis Museum Nasional Indonesia dalam merespons bencana.
(Taufik Fajar)