Praktisi Mengajar 2024 Jadi Jembatan Pendidikan dan Industri

Timothy Gishelardo, Jurnalis
Senin 22 Januari 2024 16:33 WIB
Praktisi Mengajar Jadi Jembatan Pendidikan dan Industri (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kepala Program Praktisi Mengajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Gamaliel Waney menyatakan Program Praktisi Mengajar mampu menjembatani antara dunia pendidikan dan industri.

“Program ini menjembatani dunia pendidikan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta menutup kesenjangan antara lulusan dan kebutuhan dunia kerja,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (22/1/2024).

Program flagship di bawah kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini telah dibuka pendaftaran akun bagi Perguruan Tinggi, Koordinator Perguruan Tinggi, Dosen, dan Praktisi sudah sejak 8 sampai 25 Januari 2024.

Program Praktisi mengajar merupakan program flagship yang menghubungkan mahasiswa dengan praktisi melalui Mata Kuliah Kolaborasi.

Hal itu dinilai akan memberikan kesempatan baru para lulusan untuk memperoleh ilmu dan kecakapan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di dunia kerja dan profesional.

Program ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia serta mempersiapkan lulusan siap menghadapi dinamika perkembangan dunia di masa depan.

Direktur Sumber Daya, Direktorat Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek RI Mohammad Sofwan Effendi mengatakan program Praktisi Mengajar berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

“Itu karena di dalam program Praktisi Mengajar terdapat komponen pendukung penciptaan pembelajaran,” ujarnya.

Komponen yang dimaksud adalah perguruan tinggi yang menguasai bidang akademik serta praktisi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), masyarakat, dan dunia profesi yang menguasai pengalaman profesional.

Sofwan berharap melalui program ini akan dapat mendorong dosen keluar untuk berkontribusi di dunia profesional.

Sebaliknya, perguruan tinggi mengundang praktisi ke dalam kampus untuk terlibat di penyusunan kurikulum dan perkuliahan di kelas.

Dengan cara ini, mahasiswa akan mendapatkan bekal yang komprehensif, pengetahuan akademik oleh dosen dan pengalaman profesional oleh para praktisi.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya