Cara Generasi Muda RI Kuasai Keterampilan Abad Ke-21, Kreatif hingga Critical

Syifa Fauziah, Jurnalis
Sabtu 20 Januari 2024 19:14 WIB
Kompetisi Regional GreenMech and Robot for Mission. (Foto: Okezone.com/MPI)
Share :

JAKARTA - Rumah Edukasi selaku perwakilan Asosiasi Greenmech Dunia di Indonesia kembali menggelar kompetisi Regional GreenMech & Robot for Mission (R4M). Acara ini bekerjasama dengan Universitas Tarumanagara, Universitas Katolik Parahyangan Bandung, dan Perkumpulan Penggiat STEM Indonesia di Universitas Tarumanagara kampus 1, hari ini.

Ketua Panitia Selaku Direktur Rumah Edukasi, Mulia Anton menjelaskan, pada kompetisi Robot for Mission (R4M) peserta harus membuat konstruksi robot dan membuat program untuk menjalankan robotnya.

“Jadi peserta harus menyelesaikan misi-misi yang sudah sesuai dalam panduan. Jadi walaupun sudah dikasih tahu misinya, dia membuat konstruksi robotnya bermacam-macam. Jadi sesuai kreativitas mereka yang ada di dalam kompetisi ini,” ujar Anton saat ditemui MNC Portal di Universitas Tarumanegara, Sabtu (20/1/2024).

Sementara itu, GreenMech adalah sebuah kompetisi membuat struktur mekanika Rube Goldberg Machine yang menyenangkan. Yakni dengan menghubungkan berbagai fungsi dari mekanika dan green energy, melalui operasi yang kompleks dan kreatif untuk menyelesaikan tindakan yang sederhana.

“Kompetisi ini menggunakan prinsip saintifik yang mengkombinasikan 5 aspek pembelajaran dan perkembangan yang dikenal dengan istilah STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics),” jelas Anton.

Kompetisi yang sudah berjalan sejak 2017 lalu itu bertujuan untuk mengembangkan pendidikan sains yang kreatif dan juga menghasilkan anak-anak Indonesia yang ke depannya semakin menguasai keterampilan abad ke-21.

“Keterampilan abad ke-21, yaitu keterampilan dalam hal kreativitas, kolaborasi, critical thinking, bisa berkomunikasi, dan bisa bekerjasama dengan teman-temannya,” tuturnya.

Anton mengatakan setiap tahunnya antusias dari sekolah-sekolah untuk ikut serta dalam kompetisi regional ini sangat luar biasa. Bahkan jumlah pesertanya terus meningkat setiap tahun.

“Tahun lalu (peserta) ada 75 tim sekarang 100 tim. Jadi semakin banyak dan kita semakin gencar mempromosikan pendidikan kreatif ini. Karena ini sangat sesuai dengan kurikulum merdeka dari kemendikbudristek dan bisa menghasilkan anak-anak dengan Profil Pelajar Pancasila,” terang Anton.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya