• Vitamin dan Mineral
Buah dan sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang berfungsi sebagai zat pengatur tubuh. Tidak hanya pada buah dan sayur, vitamin dan mineral juga ditemukan pada protein hewani maupun nabati. Vitamin dan mineral menjadi penting karena berperan menjadi zat antioksidan juga sebagai anti inflamasi. Secara efektif membantu mengurangi respon imunitas terhadap inflamasi dengan menurunkan produksi sitokin proinflamasi (Kemenkes, 2023). Pada odapus, seringkali dikaitkan dengan menurunnya kadar vitamin D akibat sensitivitas terhadap matahari. Sehingga diperlukan tambahan suplementasi tambahan vitamin D per hari (Miranda, 2018). Vitamin A terbukti meningkatkan fungsi antibodi tubuh. Vitamin B kompleks juga membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan menekan peradangan.
Vitamin C membantu memodulasi fungsi kekebalan tubuh dengan melepaskan mediator inflamasi dan menurunkan stress oksidatif serta menekan produksi autoantibodi pada pasien SLE (Islam, Md Asiful et al, 2020) Selain kebutuhan vitamin, juga perlu memenuhi mineral. Karena pada odapus berisiko mengalami gangguan pada tulang dan persendian, seperti osteoporosis (Kemenkes, 2023). Dengan demikian, konsumsi buah dan sayuran dalam makanan sehari-hari menjadi penting untuk mencegah flare pada penderita Lupus. Namun ada beberapa sayuran yang sebaiknya dibatasi seperti jenis sayuran nighside meski belum ada penelitian lebih lanjut namun dipercaya meningkatkan sensitivitas tubuh sehingga terjadi kekambuhan, sayur tersebut antara lain tomat, terong, paprika dan cabai.
Sebagai tambahan, hendaknya para penderita autoimun memerhatikan apa yang dimakan guna mencukupi kebutuhan kalori dalam sehari dan menunjang kesehatan pada periode flare yang berlangsung. Pilihlah makanan yang baik dari sumber alami dan disesuaikan dengan kebutuhan. Hindari makanan tinggi gula, garam dan minyak serta ikuti slogan H6P (Hindari makanan dengan Perasa buatan, Pemanis buatan, Pewarna buatan, Pengenyal, Pengawet buatan dan pangan rekayasa genetika).
Penyakit autoimun memang tidak bisa disembuhkan namun bisa dikontrol dengan baik dengan menerapkan gizi seimbang dan prinsip LDHS ODAI. Tetap sehat, Tetap semangat. Kita tidak pernah tahu kalau kita bisa melewati proses ini dengan baik jika kita belum menjalaninya kan?. Yuk Sama-sama berjuang teman-teman.
Oleh : Ayunthaya Wiharrani, S.Gz
Mahasiswa Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul
Penyintas Autoimun SLE (Systemic Lupus Erythematosus) sejak 2021
(Marieska Harya Virdhani)