Literasi Keuangan dan Kecerdasan Finansial Masuk Kurikulum SD dan SMP

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Jum'at 20 Oktober 2023 10:06 WIB
Literasi keuangan masuk dalam kurikulum sekolah (Foto: Istimewa)
Share :

JAKARTA - Rajin menabung pangkal kaya. Setidaknya slogan itu ditanamkan sejak dini agar anak memahami caranya berhemat dan literasi keuangan. Siswa diajari orangtua dan guru untuk menyisihkan uang jajan mereka untuk ditabung. Masih rendahnya literasi keuangan dan kecerdasan finansial masyarakat Indonesia, membuat Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi memasukkan materi tersebut ke dalam kurikulum.

Widyaprada Ahli Madya Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek Sugiyanto mengatakan sebetulnya pendidikan literasi keuangan sudah diberikan kepada siswa sejak di usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dalam fase itu, kata dia, edukasi diberikan oleh guru kepada orangtuanya.

 BACA JUGA:

“Kami memulai literasi keuangan dengan siswa di PAUD. Kami sudah memperkenalkan literasi keuangan dan kita mengajak para orangtua, di PAUD konsepnya itu mengalir ya. Orangtua berikan ongkos berapa, sisanya ditabung,” ujarnya dalam keterangan kepada Okezone dikutip Jumat (20/10/2023).

Kemudian di tingkat SD dan SMP, kata dia, pihaknya memasukkannya ke dalam materi kurikulum pelajaran di sekolah. Hal itu masuk dalam konsep materi pelajaran ekonomi.

“Sedangkan mulai di tingkat SD, kami masuk mata pelajaran. Di situ sudah masuk konsep ekonomi. Ada tema-tema sub tema, literasi perbankan dan keuangan,” ujarnya.

Berikutnya jenjang SMP dan SMA, lanjutnya, ada materi project Pelajar Pancasila. Dan semua guru sudah disiapkan materi sebagai pembelajaran.

 BACA JUGA:

“Mulai dari modul, video pembelajaran, dan materi literasi keuangan, sampai evaluasinya sudah ada komplit. Materi-materi literasi dan numerasi diperkuat,” katanya.

Data menyebutkan 1 dari 2 anak masih rendah dalam literasi atau di bawah standar minimum. Lebih parah lagi dalam hal numerasi.

“Proses keuangan numerasi, dari 3 anak 2 masih di bawah standar minimum. Sangat memprihatinkan. Kita krisis pembelajaran. Literasi dan numerasi jeblok, dampak pandemi. Kalau ada mitra swasta maka memperkuat komitmen pendidikan anak lebih baik. Pendidikan berkualitas bagi seluruh WNI. Ada anak ABK itu menjadi kawalan dari sisi numerasi dan literasi keuangan,” ucapnya.

Konteksnya, secara definisi, literasi konsep calistung ada di dalamnya, tetapi dalam penerjemahan lebih lanjut, harus berdiri sendiri. “Kalau dulu memang anak menabung bawa celengan. Sekarang bisa di bank dan pengakuan dari orangtuanya saja, jadi anak ada kebanggaan menabung,” katanya.

Masih rendahnya literasi keuangan di masyarakat menjadi salah satu fokus utama untuk secara konsisten menggabungkan pentingnya menyebarkan pengetahuan terkait uang dan bank sejak dini, salah satunya dilakukan melalui program CERITA (Cinta dan Edukasi daRI kiTA). Program Ayo Menabung yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. CERITA dilaksanakan di 21 kota strategis yang tersebar di 9 daerah operasional PermataBank, dan diikuti oleh siswa/i sekolah tingkat TK/SD/SMP/SMA/SLB. Kegiatan ini dilakukan secara serentak pada tanggal 19 Oktober 2023 dan didukung oleh perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan yang diwakili Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah.

“Kami percaya bahwa edukasi keuangan dan kecerdasan finansial adalah bekal yang sangat penting untuk membangun generasi muda Indonesia yang cerdas, serta memiliki kemampuan memahami dan menerapkan keterampilan manajemen keuangan secara merata hingga di pelosok Indonesia,” kata Direktur PermataBank Dayan Sadikin.

Untuk itu, tahun ini, kami menyelaraskan tema besar BIK dengan tema dari program CERITA yaitu “Melayani #DenganHati.” Kegiatan tahun ini, pihaknya menurunkan total sekitar 1.000 Employee Volunteers (EVO) sebagai penggerak di masing-masing kota untuk memberikan edukasi literasi keuangan bagi generasi muda. Selain pengajaran literasi keuangan, ada juga bantuan fasilitas prasarana sekolah, seperti perbaikan kelas, sarana olahraga, perpustakaan, ataupun fasilitas lain di area sekolah, termasuk alat bantu mengajar.

CERITA dari tahun ke tahun secara menyenangkan dan disampaikan secara langsung atau tatap muka bersama para EVO dengan menggunakan materi MODul finansiAL (MODAL). MODAL menjadi bahan pembelajaran yang dapat dipelajari oleh peserta didik yang berisikan pengetahuan dasar keuangan dan perbankan berdasarkan tingkatan pendidikan dan usia para siswa.

Selama penyelenggaraannya seluruh EVO disambut oleh Kepala Sekolah, Guru serta ribuan siswa/i kota-kota terpilih tahun ini. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 hingga saat ini, CERITA telah menjangkau lebih dari 43.000 penerima manfaat dan 330 sekolah.

Semua data rendahnya literasi keuangan di tiap sekolah bisa diketahui dari Asesmen Nasional yang menilai semua sekolah. Warna merah untuk kategori rendah, dan warna hijau untuk kategori baik.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya