JAKARTA - Sumbu filosofi Daerah Istimewa Yogyakarta ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Terkait penetapan ini, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi atas semua pihak yang terlibat dalam proses pengajuan yang telah dilakukan selama 3 tahun terakhir. Dia bersyukur sidang pleno UNESCO berjalan lancar.
“Ternyata prosesnya tidak mudah. Ada dialog-dialog yang panjang dalam sidang pleno UNESCO. Khawatir banyak yang interupsi seperti India. Ternyata enggak ada yang interupsi. Kami bersyukur, berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, dan juga khususnya ibu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi,” tutur Sri Sultan HB X dalam konferensi pers dikutip Rabu (20/9/2023).
Penetapan pengesahan tersebut dilakukan dalam sidang pleno UNESCO di Riyadh, Arab Saudi, Senin waktu setempat yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur DIY, Sekda DIY dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY. Terkait dengan penetapan tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan sangat berterima kasih dan apresiasi kepada semua pihak. Selain itu, juga kepada semua kalangan akademisi, yang terlibat langsung dalam proses penyusunan dan pengajuan yang dilakukan selama 3 tahun terakhir. Penetapan sumbu filosofi DIY tersebut bahkan dilakukan lancar tanpa diwarnai interupsi.
BACA JUGA:
Sementara itu, Sultan berharap paska penetapan sumbu filosofi sebagai warisan budaya dunia ini dapat meningkatkan pengembangan wawasan pengetahuan dan pendidikan. Tidak hanya untuk DIY maupun Indonesia melainkan untuk dunia.
“Sumbu filosofi Yogyakarta jadi bagian dari kekayaan dunia. Harapan kami kami akan melaksanakan rekomendasi yang ada sebagai konsekuensi,” katanya.